Langsung ke konten utama

Pengaruh BK Dalam Dinamika Sekolah/Kelompok

Kelompok menurut kbbi adalah kumpulan orang / suatu golongan. kelompok ada/tercipta karena satu alasan untuk satu tujuan yang tidak dapat mereka capai secara individu maka terciptalah kelompok. Konsep dasar bimbingan kelompok yang baik menurut Siti Hartunah dalam bukunya ialah apabila dalam kelompok tersebut diwarnai oleh semangat tinggi, dinamis, hubungan yang harmonis, kerjasama yang baik, dan mantap, serta rasa saling mempercayai diantara anggota-anggotanya.

Namun kenyataannya, dalam proses Bimbingan dan Konseling terkadang tidak ada terjadi dinamika kelompok. Atau ketika terjadi dinamika kelompok dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok tidak mengindahkan sebuah nilai dalam kelompok itu sendiri.

Namun kenyataannya, dalam proses Bimbingan dan Konseling terkadang tidak ada terjadi dinamika kelompok. Atau ketika terjadi dinamika kelompok dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok tidak mengindahkan sebuah nilai dalam kelompok itu sendiri. Konseling atau bimbingan kelompok dapat memberikan bagi konselor tantangan sekaligus peluang untuk memajukan kesadaran dan kepekaan multibudaya bagi kelompok yang menjadi klien mereka. Asumsi ini didasarkan kepada pengakuan bahwa: (a). Kesempatan yang ditawarkan kelompok dapat memajukan hubungan multibudaya yang positif,( b). Peluang bagi konselor sendiri untuk memodelkan dan dirasakan sebagai pribadi yang sadar, sensitif dan memahami beragam populasi dengan mendekati mereka secara tepat. Menunjuk wakil pemimpin kelompok dari salah satu minoritas budaya akan banyak membantu suksesnya konseling kelompok multibudaya ini (Gibson & Mitchell, 2011: 311). Setiap konselor harus menyadari latar belakang budayanya sendiri dan bagaimana latar belakang itu memengaruhi persepsi dan perilakunya terhadap klien. Para konselor, apapun latar belakang budayanya,harus mempersiapkan diri dengan penuh kesadaran untuk bekerja dengan beragam kelompok budaya yang datang meminta bantuannya. Berikut adalah unsur-unsur budaya yang harus dipahami dalam situasi kelompok, merujuk pada suatu bangsa yang majemuk

Dinamika kelompok adalah suatu lingkup pengetahuan sosial yang lebih berkonsentrasi pada pengetahuan tentang hakikat kehidupan berkelompok yang menunjukkan kemajuan. (Johnson, 2012: 4) Robert L. Baker dalam The Social Work Dictionary mendefinisikan Group dynamic: the flow of information and exchanges of influence between members of a social collective. These exchange can be modified by group leaders or helping professionals and used to achieve certain predetermined objectives that may benefit the members (Dinamika kelompok adalah arus informasi dan pertukaran-pertukaran ini dapat diubah oleh para pemimpin kelompok atau para ahli pertolongan dan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya yang telah menguntungkan bagi anggota-anggotanya).

Sementara itu W.S Wingkel dalam buku bimbingan dan konseling di Institusi Pendidikan mengatakan bahwa dinamika kelompok adalah beberapa cara, antara lain dengan studi tentang kekuatan-kekuatan sosial dalam suatu kelompok yang memperlancar atau menghambat proses kerjasama dalam kelompok, metode-metode dan teknik-teknik yang dapat diterapkan apabila jumlah orang bekerjasama dalam kelompok, misalnya bermain berperan (role playing) dan observasi, terhadap jalannya proses kelompok dan pemberian umpan balik (feed back), serta cara-cara mengenai organisasi dan pengelolaan kelompok-kelompok. Sedangkan Eysenck mengatakan dinamika kelompok adalah berkaitan dengan konteks sosial-budaya suatu masyarakat yang berfungsi untuk membantu individu dan kelompok, sehingga memungkin mereka secara bersama memiliki pola-pola merasakan, menilai, berpikir, dan bertindak.
Bimbingan kelompok yang baik adalah apabila dalam kelompok tersebut diwarnai oleh semangat tinggi, dinamis, hubungan yang harmonis, kerjasama yang baik dan mantap, serta ras saling mempercayai di antara anggota-anggotanya. Kelompok yang seperti ini akan terwujud apabila para anggota saling besikap sebagai kawan menghargai, mengerti, dan menerima tujuan bersama secara positif, setia ada kelompok, serta mau bekerja keras dan berkorban untuk kelompok. (Hartinah, 2009: 61)
Bimbingan kelompok yang baik adalah apabila dalam kelompok tersebut diwarnai oleh semangat tinggi, dinamis, hubungan yang harmonis, kerjasama yang baik dan mantap, serta ras saling mempercayai di antara anggota-anggotanya. Kelompok yang seperti ini akan terwujud apabila para anggota saling besikap sebagai kawan menghargai, mengerti, dan menerima tujuan bersama secara positif, setia ada kelompok, serta mau bekerja keras dan berkorban untuk kelompok. (Hartinah, 2009: 61)

Komentar

  1. informasi yang bermanfaat... nice post

    BalasHapus
  2. Keren ada pengutipan pada bacaannya, karena biasanya jarang sekali yg memakai endnote

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BK sebagai Teman/Lawan?

BK sebagai teman/lawan? banyak diantara kita yang mmiliki mindset bahwa seorang siswa yang berurusan dengan BK pasti dikatakan siswa tersebut melakukan kenakalan atau kasus, padahal tidak selalu panggilan BK itu menuju pada sebuah Hukuman. tetapi sebuah bentuk konsekuensi terhadap apa yang siswa perbuat. Tentu saja jika siswa tersebut Nakal maka akan mendapatkan sanksi dan begitu pula sebaliknya , jika siswa tersebut berprestasi maka akan dipanggil bk sebagai bentuk apresiasi. tt Lalu mengapa terjadi mindset seperti ? mungkin dikarenakan keadaan sekarang dimana moral bangsa ini yang kurang baik menyebabkan terjadinya banyak penyimpangan sehingga angka kenakalan remaja terus meningkat, menyebabkan angka pelanggaran ikut naik juga sehingga rata rata anak yang dipanggil BK adalah bentuk sebuah sanksi yang diberikan terhadap siswa tersebut. Padahal tugas bk bukan hanya memberikan hukuman tetapi, melakukan pembinaan & bimbingan terhadap anak murid layaknya seperti orangtua murid. ...